Dikeluarkan oleh Magnum Estate International ·
Diterbitkan 29 Januari 2026 · Denpasar

MAGNUMESTATE.COM, DENPASAR, Magnum Estate International (MEI) memberikan klarifikasi resmi mengenai perkembangan hukum terkini terkait proyek The Umalas Signature, menyusul putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Denpasar. Siaran pers ini diterbitkan sebagai bagian dari komitmen Magnum Estate International terhadap transparansi, perlindungan investor, dan penyampaian informasi akurat kepada mitra, klien, dan masyarakat luas.
Putusan pengadilan dan posisi hukum
Pada 20 Januari 2026, Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan putusan dalam Perkara Nomor 901/Pid.B/2025/PN.DPS mengenai dugaan penipuan dan penggelapan terkait proyek The Umalas Signature. Dalam putusannya, pengadilan menyatakan bahwa tindakan yang didakwakan terbukti secara faktual, namun menyimpulkan bahwa tindakan tersebut tidak merupakan tindak pidana berdasarkan hukum pidana (onslag van recht vervolging). Putusan ini berbeda dari putusan bebas: pengadilan mengakui bahwa tindakan tersebut terjadi dan memenuhi unsur-unsur dakwaan, tetapi menetapkan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dipidana. Menyusul putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum secara resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Denpasar pada 27 Januari 2026. Magnum Estate International sepenuhnya mendukung banding jaksa dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Latar belakang perkara
Magnum Estate International, perusahaan penanaman modal asing yang didirikan pada 2021 oleh Stanislav Sadovnikov dan Igor Maximov, terlibat dalam proyek The Umalas Signature setelah mengidentifikasi pengembangan yang terhenti selama masa COVID-19. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dinotariskan secara sah pada Desember 2021, PT Samahita Umalas Prasada (SUP) diberikan hak untuk mengelola dan mengembangkan lahan menjadi proyek tersebut. Pada Juni 2022, Magnum Estate International mengakuisisi 100 persen saham PT Samahita Inti Prasada (SIP), perusahaan induk SUP, dengan nilai transaksi sebesar Rp14 miliar, dengan pembayaran penuh yang diselesaikan pada Juni 2023. Sengketa kemudian muncul ketika mantan mitra diduga gagal memformalkan pengalihan saham meskipun pembayaran telah diselesaikan.
Status perkara perdata
Secara terpisah, gugatan perdata yang meminta pembatalan Perjanjian Kerja Sama dinyatakan tidak dapat diterima oleh pengadilan pada 14 Januari 2026 karena kekurangan prosedural. Putusan ini menegaskan kembali bahwa Perjanjian Kerja Sama tetap sah secara hukum dan bahwa proyek The Umalas Signature dikelola secara sah oleh PT Samahita Umalas Prasada bekerja sama dengan Magnum Estate International.
Komitmen terhadap investor dan pasar Indonesia
Magnum Estate International menegaskan kembali komitmen kuatnya untuk melindungi kepentingan investor, menyelesaikan proyek secara bertanggung jawab, dan beroperasi sepenuhnya sesuai dengan hukum Indonesia. Perusahaan berkeyakinan bahwa kepastian hukum merupakan landasan iklim investasi yang sehat dan tetap percaya pada sistem hukum Indonesia. Magnum Estate International adalah developer properti berbasis di Bali dan developer properti digital pertama di Indonesia, yang berfokus pada pengembangan properti yang transparan, terstruktur, dan sesuai standar internasional.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Magnum Estate International, Website: magnumestate.com; Email: sales@magnumestate.pro; Telepon: +62 815 5866 8888.
Bacaan terkait
Pahami perlindungan hukum di balik proyek-proyek Bali dalam daftar periksa due diligence hukum untuk pembeli asing dan cara orang asing membeli properti di Bali secara sah. Jelajahi portofolio lebih luas Magnum Estate di proyek-proyek Bali.
Investasikan bersama developer yang transparan dan patuh
Jelajahi proyek-proyek Magnum Estate International yang terstruktur dan sesuai standar internasional.
Lihat proyek Magnum
Hubungi kami
Tentang Magnum Estate International
Magnum Estate International adalah developer properti berbasis di Bali dan developer properti digital pertama di Indonesia, mengelola proyek-proyek premium untuk investor domestik dan internasional dengan fokus pada transparansi dan kepatuhan hukum.