Membeli Properti di Bali 2026? Freehold vs Leasehold Dijelaskan

Membeli Properti di Bali 2026? Freehold vs Leasehold Dijelaskan

Membeli properti di Bali terus menarik perhatian global seiring dengan semakin matangnya pasar. Banyak investor berfokus pada keuntungan gaya hidup dan pendapatan sewa. Satu keputusan membentuk setiap hasil sejak awal. Keputusan tersebut melibatkan kepemilikan properti Bali freehold vs leasehold. Secara sederhana, freehold berarti kepemilikan penuh, sementara leasehold berarti menyewa untuk jangka waktu tertentu.

Panduan ini menjelaskan struktur hukum, dampak finansial, dan hasil praktis untuk setiap jenis kepemilikan. Kami membandingkan kedua jenis properti secara berdampingan agar Anda dapat memahami keduanya dengan lebih baik. Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah membuat keputusan yang tepat saat membeli properti di Bali.

Freehold vs. Leasehold Property Explained

Saat membeli properti di Bali, ada dua jenis properti yang akan Anda temui sebagai pembeli. Yang satu disebut freehold, yang berarti kepemilikan. Yang lainnya adalah leasehold, di mana properti disewa.

Freehold (Hak Milik) berarti Anda memiliki tanah secara permanen. Anda memiliki kendali penuh untuk menjual, menyewakan, atau mengembangkannya. Warga negara asing tidak dapat memiliki freehold secara langsung dan harus menggunakan struktur hukum.

Leasehold (Hak Sewa Bangunan) berarti Anda menyewa tanah untuk jangka waktu tertentu. Anda bisa mendapatkannya selama 25 hingga 99 tahun, dengan hak hukum untuk menggunakannya.

What Is Freehold Property in Bali?

Freehold (Hak Milik) berarti kepemilikan tanah secara permanen, dengan hak penuh untuk menjual, menyewakan, atau mengembangkannya bagi pemegang hak Indonesia yang memenuhi syarat. Beberapa investor menggunakan struktur hukum untuk mengakses manfaat serupa, meskipun risikonya tetap ada.

Freehold property pros:

  • Kepemilikan freehold menawarkan keamanan jangka panjang yang kuat.
  • Kepemilikan permanen tanpa masa kedaluwarsa
  • Kendali penuh atas penjualan kembali, penyewaan, dan pengembangan

Freehold property cons:

  1. Pembeli asing menghadapi beberapa tantangan.
  2. Kepemilikan langsung tetap tidak tersedia bagi individu
  3. Struktur hukum memerlukan kepatuhan yang cermat

Freehold Property Taxes

Berikut adalah pajak wajib untuk properti freehold:

  • BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan): 5% dari nilai transaksi, dibayar oleh pembeli.
  • Pajak Penghasilan (PPh) atas penjualan properti: 2,5% dari harga jual, dibayar oleh penjual.
  • Pajak Bumi dan Bangunan Tahunan (PBB): Hingga 0,5% dari nilai kena pajak properti.
  • Pajak Barang Mewah (PPnBM): Hingga 20% untuk properti mewah.
  • Pajak Pertambahan Nilai (VAT/PPN): Antara 11% dan 12%, diterapkan pada penjualan properti baru dari pengembang.

How Freehold Works in Bali

Pertimbangkan contoh ini untuk memahami bagaimana Anda dapat membeli properti freehold:

  1. Mendirikan perusahaan milik asing (PT PMA) di Indonesia. Ini memerlukan modal awal sebesar IDR 10 miliar.
  2. Setelah menyelesaikan semua dokumen, perusahaan dapat membeli properti dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Pakai, bukan Hak Milik. Dalam hal ini, perusahaan menjadi pemilik sah.
  3. Anda kemudian dapat membangun, menyewakan, atau menggunakan properti tersebut sebagai bagian dari operasi bisnis Anda.

Investor yang merencanakan kepemilikan jangka panjang perlu mengetahui apa yang membedakan konstruksi premium di Bali dari kesalahan mahal pada tahun 2026.

Read also: Investasi Properti Bali di 2026: Apa yang Perlu Diketahui Investor Serius

What is Leasehold Property in Bali?

Properti leasehold memberikan hak penggunaan untuk jangka waktu tertentu. Masa sewa biasanya berkisar antara 25 hingga 30 tahun, dengan kemungkinan perpanjangan yang dapat mencapai total 80–99 tahun, tergantung pada perjanjian. Struktur ini memungkinkan pembeli asing untuk mengendalikan properti secara legal tanpa memiliki tanahnya.
Leasehold tetap umum di semua jenis properti.

Leasehold Property Pros:

  • Kepemilikan leasehold menawarkan aksesibilitas dan fleksibilitas.
  • Struktur kepemilikan legal bagi pembeli asing
  • Kebutuhan investasi awal yang lebih rendah

Leasehold Property Cons:

  1. Kepemilikan leasehold mencakup keterbatasan.
  2. Kepemilikan berakhir saat masa sewa berakhir
  3. Syarat perpanjangan bergantung pada kesepakatan pemilik tanah

Leasehold Property Taxes

Berikut adalah pajak wajib yang harus Anda bayar untuk properti leasehold:

  • Pajak Penghasilan (PPh): 10% dari pendapatan sewa, atau 20% jika pemilik tidak memiliki NPWP.
  • Pajak Pertambahan Nilai (VAT/PPN): Pajak Pertambahan Nilai (VAT/PPN): 11%, diterapkan pada penjualan properti baru dari pengembang.
  • Pajak Bumi dan Bangunan Tahunan (PBB): Antara 0,1% dan 0,3% dari nilai kena pajak properti, biasanya dibayar oleh pemilik tanah, kecuali disepakati lain dalam kontrak sewa.

How Leasehold Works in Bali

Berikut adalah proses yang disederhanakan:

  1. Cari vila atau tanah yang ditawarkan dengan status leasehold.
  2. Disarankan untuk membahas secara terbuka durasi sewa dan kemungkinan perpanjangan dengan pemilik tanah. Jika Anda bekerja sama dengan agen real estat seperti Magnum Estate, mereka akan menangani negosiasi untuk Anda.
  3. Setelah Anda menyepakati ketentuan dengan pemilik properti, kontrak sewa hukum disiapkan dan ditandatangani di hadapan notaris.
  4. Lakukan pembayaran jumlah sewa sesuai perjanjian, baik secara penuh maupun melalui cicilan yang disepakati.
  5. Anda dapat memperpanjang sewa dengan menegosiasikan perjanjian sebelum masa sewa berakhir, atau Anda dapat memutuskan untuk mengalihkan sisa masa sewa kepada pihak lain.

You may like to know more: Bagaimana Struktur Kepemilikan Mempengaruhi Manajemen Vila Bali

Pembeli asing harus mengikuti hukum properti Indonesia dengan cermat. Leasehold menawarkan jalur hukum yang lebih jelas. Struktur freehold memerlukan panduan profesional dan kepatuhan yang tepat.
Faktor hukum utama meliputi:

  • Verifikasi sertifikat
  • Kepatuhan zonasi
  • Kejelasan kontrak
  • Klausul perpanjangan

Untuk mengurangi risiko, ada baiknya meninjau cara menghindari kesalahan hukum umum saat membeli properti di Bali.

Choosing the Right Option for Your Investment Plan

Ada berbagai aspek pada setiap jenis properti. Oleh karena itu, penting untuk memahaminya sebelum mengambil keputusan.

Leasehold cocok untuk investor yang menginginkan:

  1. Kejelasan hukum
  2. Biaya pembelian yang lebih rendah
  3. Keuntungan jangka pendek hingga menengah
  4. Manajemen properti yang lebih mudah

Freehold cocok untuk investor yang menginginkan:

  • Kepemilikan permanen
  • Pelestarian modal jangka panjang
  • Kendali penuh atas properti
  • Aset lintas generasi

Bekerjalah dengan perusahaan manajemen vila Bali yang telah terbukti untuk lebih memahami apa yang terbaik bagi Anda.

Practical Tips Before You Buy

Perencanaan yang cerdas mengurangi risiko dan melindungi keuntungan. Berikut beberapa tips praktis yang perlu diingat:

  1. Tinjau ketentuan sewa dengan ahli hukum
  2. Konfirmasi zonasi dan izin bangunan
  3. Periksa sisa tahun sewa dengan cermat
  4. Pahami ketentuan harga perpanjangan

Magnum Estate membimbing pembeli melalui struktur kepemilikan dengan kejelasan dan kehati-hatian.

Conclusion

Kepemilikan freehold vs leasehold melayani kebutuhan investasi yang berbeda. Tidak ada satu opsi yang cocok untuk semua pembeli. Properti leasehold memberikan akses legal dan titik masuk yang fleksibel. Struktur freehold menawarkan permanensi dengan kompleksitas yang lebih tinggi. Pada tahun 2026, investor yang terinformasi berfokus pada struktur, lokasi, dan kekuatan kontrak daripada asumsi.

Ingin menyewa atau membeli properti di Bali pada tahun 2026? Bicaralah dengan Magnum Estate dan jelajahi berbagai properti dan vila.

FAQs

Apakah leasehold di Bali merupakan investasi yang baik?

Ya, selama masa sewa tetap panjang dan kontrak tetap jelas. Banyak investor yang ingin membeli properti di Bali mencapai keuntungan sewa yang solid.

Apa perbedaan antara freehold dan leasehold di Bali?

Freehold menawarkan kepemilikan permanen. Leasehold memberikan hak penggunaan dengan batas waktu.

Apa yang terjadi setelah leasehold berakhir di Bali?

Kepemilikan kembali kepada pemilik tanah kecuali jika terjadi perpanjangan.

Apa itu leasehold 25 tahun di Bali?

Ini merupakan periode sewa minimum yang umum, sering kali dengan opsi perpanjangan.

Berapa jumlah tahun yang baik untuk leasehold?

Tiga puluh tahun atau lebih menawarkan kepercayaan yang lebih kuat untuk penjualan kembali dan penyewaan.

(*)